Program Studi Sains Lingkungan Kelautan – ITERA melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat di Teluk Kiluan, Kabupaten Tanggamus.

Program Studi Sains Lingkungan Kelautan – ITERA melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat di Teluk Kiluan, Kabupaten Tanggamus.

Prodi Sains Lingkungan Kelautan (SLL) mendapatkan hibah pengabdian kepada masyarakat (PKM) dari pendanaan Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP3) pada tahun 2020 ini. Kegiatan ini diketuai oleh Adib Mustofa, S.Pi., M.App.Sc. dengan judul PKM yaitu  Inisiasi Taman Laut Sebagai Atraksi Wisata di Teluk Kiluan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh visitasi tim program studi Sains Lingkungan Kelautan bekerja sama dengan Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Serang (UPT Lampung) dan Universitas Lampung pada tanggal 7 – 9 Agustus 2020 ke Teluk Kiluan dengan mitra yaitu Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) PENGGAWA. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka melakukan penelitian terkait deteksi lokasi upwelling di Teluk Kiluan sebagai salah satu faktor potensial kemunculan lumba-lumba di Teluk Kiluan yang menjadi atraksi utama wisata di lokasi ini. Berdasarkan hasil diskusi dengan mitra selama penelitian, dibutuhkan suatu atraksi pendukung wisata yang dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan sehingga diharapkan dapat berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Salah satu ide dan gagasan yang muncul adalah inisiasi taman laut. Konsep ini mengusung tema rehabilitasi karang yang telah rusak akibat aktivitas intensif pengeboman ikan pada masa lampau. Adapun dua kegiatan utama yang dilakukan sebagai solusi dari kegiatan PKM ini, yaitu propagasi/transplantasi terumbu karang dan penanaman mangrove.

Berdasarkan survei yang telah dilakukan, transplantasi karang dengan metode jaring laba-laba (spider web) direkomendasikan karena  dianggap mampu memberikan alur air yang baik sehingga tidak mudah terhempas oleh arus dan gelombang sehingga cocok diaplikasikan dengan kondisi fisik Teluk Kiluan yang cenderung mempunyai arus dan gelombang yang cukup kuat. Selanjutnya, penanaman mangrove bertempat di pesisir pantai Teluk Kiluan. Pemasangan Alat Pemecah Ombak (APO) dilakukan oleh masyarakat sekitar dengan pendanaan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Way Seputih – Way Sekampung. Kegiatan yang juga didanai BPDAS ini menghasilkan 25.000 bibit mangrove yang ditanam di pesisir Teluk Kiluan. 

Penanaman mangrove bertempat di pesisir pantai Teluk Kiluan. Pemasangan Alat Pemecah Ombak (APO) dilakukan oleh masyarakat sekitar dengan pendanaan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Way Seputih – Way Sekampung. Kegiatan yang juga didanai BPDAS ini menghasilkan 25.000 bibit mangrove yang ditanam di pesisir Teluk Kiluan. pulau kelapa serta penanaman bibt mangrove di pesisir teluk di desa kiluan negeri. Selain itu, selama kegiatan PKM juga dilakukan pelatihan perawatan alat selam kepada anggota POKDARWIS PENGGAWA Teluk Kiluan. Hal ini dilakukan karena, kelompok ini mendapatkan hibah 2 unit alat selam lengkap dan kompresor tabung tetapi tidak dirawat dengan baik. Sehingga, secara insidentil, pelatihan perawatan alat selam dilakukan pada tangal 8 November 2020. Secara umum, pelaksanaan kegiatan PKM ini berjalan lancar. Adapun saran dari kegiatan ini yaitu perlu adanya transplantasi/propagasi terumbu karang secara lebih ekstensif lagi dengan menggunakan metode jaring laba-laba (web spider) sebagai upaya restorasi terumbu karang di Desa Kiluan Negeri.

Adib Mustofa, S.Pi., M.App.Sc.

Dosen dan Peneliti Program Studi Sains Lingkungan Kelautan, Institut Teknologi Sumatera