You are currently viewing Purino Material Hayati dan Material Alami Mengadakan Webinar Bertajuk “Eksplorasi Biota Laut sebagai Bahan Aktif Potensial”

Purino Material Hayati dan Material Alami Mengadakan Webinar Bertajuk “Eksplorasi Biota Laut sebagai Bahan Aktif Potensial”

PS SLL – Pusat Riset dan Inovasi Material Hayati dan Material Alami Institut Teknologi Sumatera menyelenggarakan webinar dengan tema “Marine Bioprospecting: Eksplorasi Biota Laut sebagai Bahan Aktif Potensial”, Kamis, 15 Juli 2021. Acara yang dipandu oleh Bapak Budhi Agung Prasetyo, S.Pi., M.Si. (Dosen Prodi Sains Lingkungan Kelutan ITERA) dan menghadirkan dua narasumber yaitu Ibu Dr. Rhesi Kristiana, S.Pi., M.Si. selaku Ketua Marine Education and Research Organization (Mero) Foundation Indonesia; dan Bapak Dr. Meezan Ardhanu Asagabaldan, M.Si. selaku Dosen Prodi Sains Lingkungan Kelautan ITERA.

Acara yang dihadiri oleh 120 peserta ini dibuka oleh sambutan dari Kepala LPPM ITERA yaitu Bapak Acep Purqon, S.Si., M.Si., Ph.D. Pada kesempatan ini, beliau menyampaikan bahwa Sumatera dikeliling oleh pantai dan memiliki banyak pulau-pulau dengan keanekaragaman biota lautnya. Tema webinar ini penting diperkenalkan kepada generasi muda kita untuk mengenali dan menjaga keanekaragaman biota laut yang ada di Indonesia.

“Melalui webinar ini, harapannya semoga para generasi muda kita bisa mengetahui dan menggali potensi apa saja yang dapat dimanfaatkan dari keanekaragaman hayati yang ada di laut di Indonesia tentunya tanpa merusak keanekaragaman tersebut.” Sambung Acep.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi “Marine Life: Marine Bioprospecting the Treasure Trove of Our Seas” dari Ibu Dr. Rhesi Kristiana, S.Pi., M.Si. selaku Ketua Marine Education and Research Organization (Mero) Foundation Indonesia.

“Sebanyak 71% permukaan bumi didominasi oleh lautan dimana 80% dari semua kehidupan di bumi bisa ditemukan di laut. Banyaknya keanekaragaman sumber daya alami di Laut terutama di Laut Indonesia, tentunya sangat bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu produk melalui kegiatan bioprospecting.” Ujar Rhesi.

Rhesi melanjutkan bahwa bioprospecting merupakan upaya eksplorasi sumber daya alami untuk dikembangkan menjadi suatu produk yang memiliki nilai komersial dan berguna bagi kehidupan manusia. Beliau menambahkan bahwa terdapat beberapa potensi laut Indonesia yang berhasil dijadikan suatu produk melalui kegiatan bioprospecting antara lain produk suplemen yaitu omega 3’s yang berasal dari cod liver oil; alat penelitian medis yaitu alat untuk memahami penerimaan rasa sakit dengan menggunakan sel saraf cumi-cumi raksasa, produk obat-obatan seperti obat anti kanker; dan lainnya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian materi dari Bapak Dr. Meezan Ardhanu Asagabaldan, M.Si yaitu Bioprospecting of Bryozoan (and its associated bacteria) : Potential but Neglected Marine Fauna in Indonesia. Beliau menyatakan bahwa pada tahun 1999 terdapat 56 Marine Natural Product (MNP) Invertebrata Indonesia dan pada 2009 terdapat 286 MNP Inverterbrata Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa hanya dalam kurun waktu 10 tahun terjadi 4x peningkatan MNP Indonesia. Melalui kesempatan ini, beliau juga menyampaikan bahwa terdapat senyawa aktif yang dihasilkan oleh bakteri asosiasi bukan dari organisme lautnya sehingga kita bisa memperoleh MNP dengan meneliti bakteri tersebut. Hal ini tentunya menjadi nilai tambah karena kita tidak perlu mengganggu keberadaan organisme laut tersebut, namun cukup mengambil bakteri yang berasosiasi pada organisme laut tersebut saja.